Benang Kusut
Waterline, engkau sudah menyadarinya.1
Aku buta akan keadaan sekitar, tak mampu memahami walaupun hanya sebentar.
Ekspektasi
ku terlalu tinggi, memimpikan sesuatu dengan luar biasa setiap hari. Akan
tetapi, ternyata kelemahan ku tak dapat menyesuaikan dengan realita yang ada.
Aku gagal, ya benar-benar gagal sejak di bangku sekolah. Gagal seperti yang
sering dikutip oleh sahabat sekaligus motivator ku, kalimat dari pak B.J.
Habibie, bahwa “Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah.”
Banyak
hal yang aku tinggalkan. Entah karena bukan masanya atau menyerah. Baju
perjuangan telah berdebu karena sudah lama ku tinggalkan. Mata buta terpejam
karena sering ketiduran. Badan lurus karena jarang diurus. Pakaian lusuh karena
jarang dibasuh. Rambut acak karena kurang berkaca.
Sekarang
mimpi ku tak lagi indah, mungkin sering lupa membaca doa. Jika terbangun, aku
lupa mimpi indah itu. lupa untuk membuatnya menjadi kenyataan. Apakah cita-cita
akan sejalan dengan realita? Terlalu banyak rintangan dan godaan yang sedang
menunggu di depan sana. Maka dari itu, hati-hati saat menyeberang. Pikirkan dengan
matang, biar enak dimakan, dan kenyang.
Edisi Realita Melahapku sampai Kenyang, oleh
Watermark.
1 Baca
Alone: For You
Komentar
Posting Komentar