Pontianak Bangge!


PONTIANAK ULTAH, COY!

Kota Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Dikenal sebagai kota Khatulistiwa karena wilayahnya yang dilintasi oleh garis ekuator. Pontianak didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie pada hari Rabu, 23 Oktober 1771. Nama yang diambil dari bahasa Melayu ini memiliki kisah klasik yang turun temurun dalam telinga masyarakat. Pontianak, sering dikaitkan dengan Kuntilanak. 

Alkisah Sultan Syarif sering diganggu oleh kuntilanak kala menyusuri Sungai Kapuas. Akhirnya beliau melepaskan tembakan dari meriam untuk mengusir gangguan tersebut. Kini, budaya bermain meriam sering dilakukan terlebih saat perayaan hari besar Islam, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Tak hanya itu, Sultan Syarif juga menyatakan, dimana peluru meriam jatuh, maka di situlah istananya didirikan. Rupanya peluru tersebut terjatuh di persimpangan Sungai Kapuas dan Sungai Landak, kini dikenal dengan sebutan Kampung Beting. 

Berdirilah Istana Kesultanan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan Masjid Jami' yang menjadi pusat pemerintahan pada masa itu. Masyarakat sekitar berkata, jika seseorang belum sampai ke Istana Kadariyah dan Masjid Jami', maka mereka belum benar-benar menyambangi Kota Pontianak. Dalam lagu berjudul Sungai Kapuas, terdapat lirik, "Sungai Kapuas punye cerite, bile kite minum aeknye. Biarpun pergi jaoh kemane, sungguh susah nak ngelupakannye." Entah benar entah salah, kapan-kapan coba minum air Sungai Kapuas, ya! 

Meskipun Pontianak tak seindah kota besar lainnya, namun bagi kami, Pontianak tetap yang terbaik. Karena berbatasan langsung dengan negeri Jiran. Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Monumen Tugu Khatulistiwa yang tak mungkin ditemukan di daerah lain. Monumen Sebelas Digulis (Bambu Runcing) sebagai bukti perjuangan sebelas tokoh Sarekat Islam di Kalimantan Barat. Terlebih lagi terdapat bermacam suku, ras, dan agama, hidup dengan menghirup udara yang sama. Saling menghormati jadi kunci yang utama. 

Selamat hari jadi untuk kota tercinta, Pontianak. Semoga selalu berjaya dan tetaplah menjadi Zamrud Khatulistiwa. Tanpa hutanmu, kami tak kan bisa bernafas. Maafkan kami para manusia yang selalu merusak. Mengikis rambut, mengeruk kulit, dan mengiris daging kokohmu. Semoga engkau tak murka. Semoga..


Mahasiswa Studi Agama-Agama
Studi Agama-Agama IAIN Pontianak


Edisi Hari Jadi Kota Tercinta ke-247, oleh Mahasiswa Studi Agama-Agama.

Komentar

What's on?

Tentang Aku dan Sebuah Tragedi

Islamic Tolerance

Andai Kata Dunia..

Bukan Mahabarata

ILY