Panas


Apakah kakak ku sudah menceritakan bagaimana dia bisa membuat Bumi kering atas izin Tuhan? Ya, Kemarau namanya, dia memang begitu, tidak ingin kalian khawatir. Setidaknya pasti dia pernah bilang kepada kalian untuk mempersiapkan diri, untuk menyambut kedatangannya. Membicarakan kakak ku membuat aku rindu. Kami sudah lama terpisah tempat tinggal. Kakak ku di negara tropis, sedangkan aku di negara subtropis. Rasanya ingin menangis, tetapi menangis bukan tugas ku.
Panas nama ku. berbeda dengan kakak ku. Di tempat aku tinggal, orang-orang kebanyakan libur sekolah ketika aku datang. Tidak sama seperti tempat tinggal kakak ku, mungkin manusia-manusia Bumi di sana menghindarinya. Tetapi di sini, manusia-manusia Bumi pergi ke pantai minta dipanggang. Haha. Mereka berjemur. Manusia selalu merasa kekurangan ketika mereka tidak bersyukur kepada Tuhan. Yang hitam ingin putih dengan cara bersembunyi, dan yang putih ingin hitam dengan cara menampakan diri.
Aku heran dengan manusia-manusia yang mengutamakan fisik. Fisik memang penting. Akan tetapi apakah mereka lupa bahwa mereka diciptakan oleh Tuhan YME. Sehingga mereka berani mengubah dengan plastic tak berharga. Tak berharga dihadapan Tuhan maksud ku.
Maafkan kami Tuhan, yang tidak pernah bersyukur atas pemberian Mu. Kami manusia bodoh karena mengotak-ngatik pemberian mu, seolah-oleh Engkau tak sempurna menciptakan kami, dan merasa kami lebih hebat dari Mu. Maafkan kami. Kami sadar, bahwa kami tidak ada apa-apanya. Engkau Maha Pemberi Rahmat.

Sebelum dijemput oleh Malaikat, tidak ada kata terlambat untuk bertobat.


Edisi Musim dan Saudaranya, oleh Watermark.

Komentar

What's on?

Tentang Aku dan Sebuah Tragedi

Islamic Tolerance

Andai Kata Dunia..

Bukan Mahabarata

ILY