Ketika aku menjadi Watermark


Selamat ulang tahun bumi yang ke tidak tau, karena terlalu lama bumi ini hidup dan masih lumayan bagus. Mohon izin kepada Watermark, saya ingin menjadi dirimu untuk malam ini saja. Watermark sudah banyak menceritakan tentang isi bumi ini, dari panas, hujan, kemarau, serta masih banyak lagi karyanya dan semuanya saya suka. Walaupun tidak mengenalnya, semoga suatu saat saya bisa bermain bola bersama dengannya. Dia menceritakan isi bumi yang tentu semua orang mengenalnya dan sudah pasti pernah merasakannya. Dia hanya kurang menceritakan air dan udara, saya doakan semoga beliau bisa mendengar ini agar ia cepat menulis dan menciptakannya.

Watermark, semoga kau dengar ini : kau hebat, kau bisa melakukan yang belum tentu orang lain juga bisa, kau tau isi bumi ini sehingga kau tau apa yang harus dilakukan di bumi ini. Itu kata dari Manusia Baik, yang belum tentu kelakuannya juga baik. Saya hanya percaya pada manusia yang katanya, nama adalah doa. Dan semoga nama saya bisa menjadi wujud nyata saya yang tidak melakukan perbuatan buruk walaupun itu sulit. Boleh saya beri masukan tentang udara, udara kau adalah sumber kehidupan, kau pernafasan bumi dan makhluk hidup yang ada di bumi. Kau punya kekuasaan besar di bumi, tapi kau enggan marah atau benci pada makhluk, yang semena-mena untuk hidup di bumi dengan caranya sendiri yang enggan diatur. Kau masuk ke hidung siapa saja, air takkan bisa melakukannya. Semoga kau betah hidup di bumi agar aku juga hidup.

"Karya adalah seni yang khas dalam diri manusia"
(Manusia Baik,
1234-5678 masehi) 

Edisi Pontianak Sedang Ingin Menikmati Salju, oleh Manusia Baik.

Komentar

What's on?

Tentang Aku dan Sebuah Tragedi

Islamic Tolerance

Andai Kata Dunia..

Bukan Mahabarata

ILY