Bendera
Di hari ini,1 pagi yang cerah dengan sinar mentari menyapa.
Ku ucapkan selamat hari jadi kota Pontianak ke-247, Pontianak bangge!
Sayang seribu kali sayang, sungai yang indah
di kota tercinta, hilang di pelupuk mata. Sungai Kapuas, salah satu ikon wisata
kota tercinta dirusak oleh tangan-tangan yang ingin berkuasa. Siapa mereka?
Merusak pemandangan pengobat luka diwaktu kemacetan yang ada.
Bantaran sungai yang telah dibangun dengan
susah payah. Apakah kau tidak tahu bahwa bantaran merupakan bagian dari
keindahan Sungai Kapuas yang ku pandang? Kurasa kau tak mengerti. Kau hanya
tahu bendera itu harus berkibar. Aku bukan sang politisi, aku bukan pendukung,
aku rakyat yang ingin kau ambil hatinya, agar foto mu dicoblos dengan paku. Aku
berkata sesuai apa faktanya, fakta yang ku lihat dengan mata kepala, bukan mata
kaki.
Terlepas bagaimana bendera itu bisa dipasang
pada bantaran Sungai Kapuas tercinta. Apa pun alasannya, itu telah menggangu
pemandangan yang semulanya elok menjadi tak elok. Kau ingin berkuasa tapi kau
merusak pemandangan di tempat ikon pariwisata.
Wahai pemilik bendera, maafkan kami yang tak
mau mengerti, tak kenal diskusi, tak kenal kompromi. Karena ini realitas yang
ada di pagi hari.
Sungai kita sudah mulai tercemar, aek-nye tak
lagi layak diminum langsung. Tak sadarkah dengan apa yang telah kita lakukan?
Edisi
Bantaran Bendera Tanah Tercinta,
oleh Watermark.
1 Selasa, 23 Oktober 2018
Komentar
Posting Komentar