Postingan

Tertekan Muntah

Tulisan sulit mengalir jika sengaja diminta, atau malah kadang jadi lebih bagus. Kata saudaraku, Egha Mahendra, keseriusan muncul ketika kita dalam keadaan tertekan. Aku belum dapat argumen untuk membantah hal itu, tapi mungkin untuk sekarang, aku setengah setuju. Saat isi kepala mendesak untuk dimuntahkan, saat itu pula jemarimu lincah tergerakkan. Tapi, saat isi kepala beku dan didesak untuk memuntahkan, saat itu pula jemarimu lari ke sana kemari tak karuan. Saat kau membaca hasil “saat” yang kedua, saat itulah kau tahu bahwa tulisanmu bak kapal pecah. Tekanan memang memunculkan keseriusan, dan peningkatan adrenalin serta kepala nyut-nyutan. Bagi mereka yang tak terbiasa bekerja dalam tekanan, kadang di tengah jalan muncul rasa ingin menyerah. Sebaliknya, bagi yang suka tantangan, maka ini adalah wahana menyenangkan. Bekerja di bawah tekanan mampu membuktikan seberapa matang kemampuan kita ketika diberi tanggung jawab secara mendadak, apalagi tenggat. Hasil yang tercipt...

Imperial Kolonialis

Mungkin memang aku yang terlalu egois. Aku selalu memegang doktrin “ikan tidak bisa memanjat, monyet tidak bisa terbang, burung tidak bisa berenang”. Diam, dan jangan kaitkan dengan undan atau penguin. Nyatanya, aku menghancurkan pondasiku sendiri. Atas dasar ambisi untuk menghidupkan literasi dunia digital, mata dan hatiku buta. Aku, yang dengan kerasnya menghina kolonialisme, tanpa sadar malah menjadi kompeni itu sendiri. Benar, semut di seberang pulau memang nampak. Kupikir aku terlalu memaksa, mungkin lebih kejam dari Daendles. Ada Anyer-Panarukan baru yang kuciptakan, buktinya ada di dunia digital. Aku memeras keringat mereka–dan kalian, para korban yang mungkin membaca ini–untuk membuat jalan. Apa kalian lebih baik, para korbanku? Tapi, aku tidak berhenti. Saat itu, mungkin aku terlalu membawa hati. Tuhan sengaja menggagalkanku untuk bisa berdiri lebih baik saat ini. Tantanganmu, Watermark (nama teman sekaligus rivalku), tak dapat kusanggupi. Seratus kurang dua pul...

Tumpah Ruah

Perjalanan yang panjang: dari sendiri, bersama, ramai, hingga akhirnya tutup usia, bersama, dan menyendiri lagi. Semua tiba-tiba sirna, memang jenuh adalah rasa yang membunuh. Sungguh. Jika hanya berlari sendiri, tentu sangat melelahkan. Tapi jika berlari ramai-ramai, tentu sangat menyenangkan. Meski kau mati suri oleh senang, namun kau terbukti telah berjuang.  Di sudut sepi, aku duduk sendiri. Menoleh kanan-kiri, hanya dinding dan kursi. Tidak ada suara tawa dan denting tombol ketik yang beradu. Asap-asap kepala kini terembus, tidak ada lagi aroma kepuasan atas anak yang telah dilahirkan. Surai itu perlahan memutih, tanahnya dingin, tak sepanas dulu lagi saat ia memuntahkan isinya. Kalau sudah kadung begitu, barulah sesal penuh ratap sebab nama menguar penuh kelabu. Aku rindu masa-masa itu. Masa yang membuat kita berlagu, yang pasti sebelum aku dikalahkan oleh nyamuk. Aku rindu ketika seseorang mengingatkan masa-masa itu. Masa yang membuatku terobsesi oleh angka. Aku rin...

Hanya

Dingin Itu yang kurasakan. Mentari dingin, Tidak ada lagi cahaya jingga menghangatkan. Langit biru menatapku, Dengan senyum dingin meremehkan. Api unggun, Menyala terang di udara membekukan. Tangan panjang yang biasa Terulur, Tergenggam, Tertaut, Tenggelam. Kupikir hari ini akan indah, Kupikir hari ini akan menyenangkan, Kupikir hari ini akan, Hanya akan Hanya kupikir Hanya akan kupikir. Biarlah hanya menjadi dinginnya neraka dalam benak. 09/06/2019

Sepekan Saja

                                                            SEPEKAN SAJA             Pagi yang cerah menghirup udara yang diberikan Tuhan . S ebuah nikmat untuk semua manusia, dan saya tidak mau menyia-nyiakan nikmat itu. Jangan terlalu jauh dalam mendalami judul di atas. Tatkala, jika kita dipertemukan dengan sosok yang sebelumnya belum pernah bertemu apalagi dengan namanya. Bagaimana dengan kalian , apakah pernah seperti apa yang saya alami? Hanya saja, Tuhan berkehendak lain untukmempertemukan antara saya dan dirinya di dalam sebuah program kerja. Tepatnya hari K amis, kita dipertemukan d...